Masa Kependudukan Jepang

Awal Mula Kedatangan Jepang Ke Indonesia

Awal kedatangan Jepang ke Indonesia berawal dari keinginan mereka untuk mendirikan Persemakmuran Asia Timur Raya. Keinginan ini ditunjukkan melalui serangan Jepang ke pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour, Kepulauan Hawaii pada 8 Desember 1941. Jepang bertujuan untuk menaklukkan Asia Pasifik.
Sumber : Detik.com

Jepang Masuk ke Indonesia
Pada tanggal 11 Januari 1942, tentara Jepang Right Wing Unit dan pasukan Angkatan Laut Kure yang berjumlah 20.000 mendarat di pantai timur wilayah Tarakan, Kalimantan Timur.
Sumber :Ruangguru Blog.com

Penyerahan Belanda
Belanda menyerah kepada Jepang di Indonesia pada 8 Maret 1942 dengan tanpa syarat. Penyerahan tanpa syarat ini dilaksanakan di Kalijati, Subang. Pihak Belanda diwakili oleh Panglima Tentara Belanda, Jenderal Ter Poorten, sedangkan Jepang diwakili oleh Jenderal Imamura. Penyerahan ini dikenal dengan perjanjian Kalijati.
Sumber : Detik.com

Setelah Penyerahan Indonesia Oleh Belanda Ke Jepang, Muncullah Organisasi-Organisasi Yang Dibentuk Jepang. Antara Lain :
-PETA
Tentara Sukarela Pembela Tanah Air atau PETA (郷土防衛義勇軍 Kyōdo Bōei Giyūgun) adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang di Indonesia dalam masa pendudukan Jepang. Tentara Pembela Tanah Air dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jenderal Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan Peta dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bōei Giyūgun Kanbu Resentai.

-Gakkokutai
Gakkukotai (dalam Bahasa Indonesia, berarti Barisan Pelajar) adalah resimen tentara pelajar bentukan tentara pendudukan Kekaisaran Jepang yang terdiri atas pelajar dari tingkatkan usia sekolah menengah di negara-negara jajahan mereka, seperti Korea, China, Malaya, Burma, dan termasuk Indonesia yang dahulu bernama Hindia Belanda. Kekaisaran Jepang mewajibkan setiap sekolah menengah untuk membentuk Gakkutotai. Setiap sekolah lanjutan menjadi Chutai (kompi). Kelas yang berada di dalamnya menjadi shotai (seksi). Setiap regu dalam kelas juga dibagi menjadi beberapa buta (regu atau kelompok).

-Heiho
Heiho (兵補 Heiho, tentara pembantu) adalah pasukan yang terdiri dari bangsa Indonesia yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II.[1] Heiho juga termasuk salah satu organisasi militer yang dibentuk selain PETA dan Gyugun. Tapi, pemuda-pemuda Indonesia yang bergabung dengan Heiho tidak pernah diberi pangkat atau jabatan yang tinggi. Berbeda bagi pemuda yang tergabung dalam PETA atau Gyugun yang selalu ada promosi kenaikan pangkat atau jabatan. Diskriminasi ini berlanjut ketika seluruh Heiho angkatan darat atau angkatan laut harus memberi hormat kepada warga Jepang, baik itu sipil maupun militer.

-Seinendan 
Seinendan (青年団) adalah sebuah organisasi barisan pemuda yang dibentuk pada tanggal 9 Maret 1943 oleh tentara Jepang di Indonesia. Tujuan dari organisasi seinendan ini adalah untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri. Akan tetapi, maksud yang sebenarnya ialah untuk mempersiapkan pemuda Indonesia untuk membantu militer Jepang untuk menghadapi pasukan Sekutu. Organisasi ini bercorak militer dan semi militer. Organisasi ini di bawah kepemimpinan Gunseikan. Persyaratan untuk menjadi anggota Seinendan tidak begitu sulit, seluma anggotanya tercatat sebanyak 35.500 orang pemuda dari seluruh jawa. Jumlah ini berkembang menjadi kira-kira 500.000 orang pemuda pada akhir masa pendudukan Jepang.[2] Secara resmi disebutkan bahwa pembentukan ini bertujuan untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri, maksudnya yang disembunyikan ialah agar dengan demikian memperoleh tenaga cadangan untuk memperkuat usaha mencapai kemenangan akhir dalam perang saat itu, yaitu perang terhadap sekutu. Saat pelatihan organisasi ini diberikan pelatihan-pelatihan militer baik untuk mempertahankan diri maupun untuk penyerangan, mereka ini adalah pemuda-pemuda Asia yang berusia antara 15-25 tahun (kemudian diubah menjadi 14-22 tahun).

-Fujinkai 
Fujinkai adalah salah satu organisasi perkumpulan perempuan bentukan Jepang pada saat menjajah Indonesia. Organisasi ini dibentuk bulan Agustus 1943. Fujinkai didirikan atas dasar perkumpulan perempuan militan yang berada di Jepang dengan nama Dai Nippon Fujinkai. Para anggota Fujinkai di negara asalnya berjumlah 15 juta jiwa dengan rata-rata usia 20 tahun ke atas. Perkumpulan ini memiliki tugas menjaga pertahanan peperangan garis belakang, seperti mendukung majunya perekonomian dan pengadaan berbagai peralatan perang.

-PUTERA
Pusat Tenaga Rakyat (disingkat Putera) adalah organisasi yang dibentuk pemerintah Jepang di Indonesia pada 16 April 1943 dan dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, M. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansyur.

-Jawa Hokokai
Himpunan Kebaktian Rakjat (奉公会 Hōkōkai) merupakan perkumpulan yang dibentuk oleh Jepang pada 8 Januari 1944 sebagai pengganti Pusat Tenaga Rakyat. Hokokai awalnya dibentuk di Jawa oleh Panglima Tentara Keenambelas, Jendral Kumakici Harada.[1] Hal ini dilakukan karena Jepang sadar bahwa Poetera lebih bermanfaat bagi perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dibandingkan membela kepentingan Jepang untuk berperang melawan sekutu.

-Keiboudan
Keiboudan 警防団 (Bahasa Indonesia: Unit Pertahanan Sipil) adalah organisasi bentukan Jepang yang juga disebut Barisan Pembantu Polisi atau Laskar Penjaga Keamanan rakyat.[1] Keiboudan dibentuk pada tanggal 29 April 1943 bersama dengan Seinendan yang dipimpin oleh Gunseikan. Tujuan pembentukan Keiboudan adalah untuk membantu polisi Jepang pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Selain itu, motif yang diusung adalah memberikan pelatihan semi militer kepada para pemuda Indonesia untuk membela tanah air dari gangguan musuh. 

-Jibakutai
Jibakutai adalah salah satu pasukan perang dengan strategi bunuh diri pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Saat itu, Jepang sudah terdesak dalam Perang Pasifik. Kemudian. Jibakutai dibentuk di Indonesia pada tanggal 8 Desember 1944 bertepatan dengan peringatan tiga tahun Perang Asia Timur Raya. Anggota Jibakutai diperkirakan ada 50.000 orang. Anggotanya mendapatkan pelatihan di Cibarusa, Kabupaten Bogor selama dua bulan yang diawasi oleh Kapten Yanagawa.

-Kempeitai
Kempeitai (憲兵隊 Kenpeitai, Satuan Polisi Militer) dalam kanji ditulis Ken Hei Tai yang secara harafiah berarti Korps Prajurit Hukum. Kempeitai merupakan unit militer yang menjadi polisi rahasia sekaligus polisi militer yang ditempatkan di seluruh wilayah Jepang termasuk Indonesia yang merupakan wilayah jajahan. Kempeitai dapat disandingkan dengan unit Gestapo milik Nazi Jerman, karena memiliki kesamaan dalam tugas sebagai polisi rahasia militer. Selain itu, pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, Kempeitai paling ditakuti oleh masyarakat. Kesatuan ini tak segan-segan bengis membunuh orang yang dianggap dapat membahayakan Jepang dalam memenangkan Perang Pasifik.

Berakhirnya Kependudukan Jepang Di Indonesia

Diawali dengan di bomnya Hiroshima Dan Nagasaki pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945. Pemilihan kedua kota itu dikarenakan kedua kota tersebut merupakan pusat industry di Jepang. Akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu dan berakhirnya juga masa pendudukan Jepang di Indonesia. Akan tetapi Jepang harus tetap menjaga status quo sebelum kedatangan Sekutu. Bangsa Indonesia memanfaatkan kondisi yang demikian itu dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia sebelum Sekutu datang, yakni pada tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno di damping oleh Hatta membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian maka berakhirlah kekuasaan Jepang di Indonesia, dan Indonesia muncul menjadi satu negara yang merdeka.

SUMBER : Detik.com ,Ruangguru Blog, Dan Wikipedia.com





Komentar